Rabu, 12 Oktober 2016

Contoh Data Distribusi

Assalamu'alaikum..
Selamat malam, lame tak jumpe ye :D
Hari DEADLINE!!!!!!
Eh ngga usah panjang lebar deng nanti keburu kena deadline.
Langsung aja ya saya akan memberikan contoh mengenai "Data Distribusi"

SOAL
Diperoleh data pengunjung taman Edupark UMS selama 90 hari terakhir sebagai berikut (sumber: data rekaan):

79 80 70 68 90 92 80 70 63 76
49 84 71 72 35 93 91 74 60 63
48 90 92 85 83 75 61 99 83 88
74 70 38 51 73 71 72 95 82 70
81 91 56 65 74 90 97 80 60 66
98 93 81 93 43 72 91 59 67 88
87 82 74 83 86 87 88 71 89 79
81 78 73 86 68 75 81 77 63 75
65 73 71 68 73 72 55 68 79 90

Buat tabel distribusi frekuensi dalam bentuk :
- Kategorikal, Relatif, dan Kumulatif (kurang dan lebih dari)
- Buat grafik histogram, polygon, dan ogif

PENYELESAIAN
1. Mengurutkan Data

2. Menentukan nilai Min, Max, dan Jangkauan atau Range
 - Nilai min : 35
 - Nilai max : 99
 - Range = nilai max - nilai min
             = 99 - 35 = 64
3. Menentukan Jumlah Kelas
 K = Banyaknya Kelas
 n = Banyaknya jumlah data observasi
 Rumus :
 K = 1 + 3,3 log n
 K = 1 + 3,3 log 90
    = 1 + 3,3 (1,954)
    = 7,449
    = 8
4. Menentukan Panjang/lebar kelas (Interval)
 - Interval adalah selisih batas atas dan batas bawah dari suatu kategori
 - Panjang kelas :
   

5. Membuat Tabel Kategorial
6. Membuat Tabel Relatif
Rumus Frekuensi Relatif :
f = frekuensi
n = jumlah data
7. Menentukan Batas Kelas
Catatan : - Warna merah merupakan Batas atas
              - Warna ungumerupakan Batas bawah
8. Menentukan Nilai Tengah 
x1 = Batas bawah 
x2 = Batas atas

9. Membuat Tabel Kumulatif
10. Grafik Histogram
11. Grafik Polygon
12. Grafik Ogif

Sekian contoh singkat yang memusingkan ini semoga bermanfaat.
See you in next post :)
Good Night







Selasa, 04 Oktober 2016

Statistika & Probabilitas : Contoh Data Statistik



- Dari data di atas dapat diperoleh beberapa informasi yaitu :
1. Jumlah pendaftar Politeknik Kesehatan Kemenkes Kaltim untuk Prodi Keperawatan dari tahun 2006/2007 hingga tahun 2012/2013 mengalami penurunan. Pada tahun 2006/2007 ke tahun 200/7/2008 mengalami penurunan. Dari tahun 2007/2008 ke tahun 2008/2009, jumlah pendaftar mengalami penurunan yang sangat drastis. Kemudian pada tahun 2008/2009 ke tahun 2009/2010, jumlah pendaftar meningkat. Tetapi dari tahun 2009/2010 ke tahun 2010/2011 dan 2011/2012 mengalami penurunan lagi. Dan dari tahun 2011/2012 ke tahun 2012/2013, pendaftar cukup stabil.
2.  Jumlah pendaftar Politeknik Kesehatan Kemenkes Kaltim untuk Prodi Kebidanan Bpp dari tahun 2006/2007 hingga tahun 2012/2013 mengalami penurunan, kecuali pada tahun 2008/2009 ke tahun 2009/2010, jumlah pendaftar cukup stabil. Tetapi kemudian dari tahun ke tahun mengalami penurunan lagi. Dan pada tahun 2011/2012 ke tahun 2012/2013, jumlah pendaftar baru mengalami peningkatan.
3. Jumlah pendaftar Politeknik Kesehatan Kemenkes Kaltim untuk Prodi Kebidanan Smd dari tahun 2006/2007 hingga tahun 2012/2013 mengalami peningkatan.Tetapi pada tahun ketiga, yaitu tahun 2008/2009 mengalami penurunan. Setelah itu meningkat lagi. Dan setelah itu pada tahun 2010/2011 kembali mengalami penurunan pendaftar. Kemudian pendaftar meningakat lagi hingga tahun 2012/2013.
Jumlah pendaftar Politeknik Kesehatan Kemenkes Kaltim untuk Prodi Analis Kesehatan dari tahun 2006/2007 hingga tahun 2012/2013 mengalami peningkatan. Dari tahun ke tahun, jumlah pendaftar terus meningkat kecuali pada tahun 2012/2013 yang mengalami penurunan jumlah pendaftar. 

- Kesimpulan :
Setelah mengamati data diatas, dapat disimpulkan bahwa jumlah pendaftar terbanyak yaitu pada prodi Kebidanan Smd. Untuk prodi Keperawatan dan prodi Kebidanan Bpp jumlah pendaftar cenderung mengalami penurunan dan jumlah pendaftar tidak stabil. Sedangkan untuk prodi Kebidanan Smd dan prodi Analis Kesehatan cenderung meningkat.

- Pengambilan keputusan :
Perlu adanya penambahan kelas dan lebih diketatkan lagi penyaringan untuk pendaftar pada prodi Analis Kesehatan, karena pada prodi ini pendaftar terus bertambah dari tahun ke tahun. Sedangkan untuk ketiga prodi yang lain lebih ditingkatkan lagi mutu pembelajaran karena setiap tahun jumlah pendaftar cenderung berkurang yang mungkin disebabkan karena mutu pendidikan.

Sumber Data :
1. http://poltekkes-kaltim.ac.id/jumlah-pendaftar/grafik-jumlah-pendaftar/

Sabtu, 01 Oktober 2016

[REVISI] PENGANTAR STATISTIKA

Assalamu'alaikum everybody..
Tiap hari tugasnya nge-blog terus, tapi kali ini isi blognya revisi dari yang kemarin yaitu pengantar statistika :( Eh ngga boleh ngeluh harus semangat. Anggap aja sebagai sarana untuk berbagi ilmu. Yups langsung aja.

Pengertian Statistik & Statistika
Statistik merupakan kumpulan data, bilangan maupun non bilangan yang disusun dalam table dan atau diagram yang melukiskan suatu persoalan. Umumnya suatu data diikuti atau dilengkapi dengan keterangan-keterangan yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau keadaan tertentu. Kata statistik juga menyatakan ukuran atau karakteristik pada sampel seperti nilai rata-rata, dan koefisien korelasi.

Sedangkan untuk statistika berarti Ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi dan mempresentasikan data.

Jenis dan kegunaan Statistik
  • Fungsi statistika
Ø Statistik menggambarkan data dalam bentuk tertentu
Ø Statistik dapat menyederhanakan data yang kompleks menjadi data yang mudah dimengerti
Ø Statistik merupakan teknik untuk membuat perbandingan
Ø Statistik dapat memperluas pengalaman individu
Ø Statistik dapat mengukur besaran dari suatu gejala
Ø Statistik dapat menentukan hubungan sebab akibat
  • Kegunaan Statistika
Ø Membantu penelitian dalam menggunakan sampel sehingga penelitian dapat bekerja efisien dengan hasil yang sesuai dengan obyek yang ingin diteliti
Ø Membantu penelitian untuk membaca data yang telah terkumpul sehingga peneliti dapat mengambil keputusan yang tepat
Ø Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya perbedaan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya atas obyek yang diteliti
Ø Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya
Ø Membantu peneliti dalam menentukan prediksi untuk waktu yang akan datang
Ø Membantu peneliti dalam melakukan interpretasi atas data yang terkumpul (M.Subana dkk, 2000;14)
Ø Pemerintah menggunakan statistika untuk menilai hasil pembangunan masa lalu dan merencanakan masa mendatang
Ø Pimpinan menggunakannya untuk pengangkatan pegawai baru, pembelian peralatan baru, peningkatan kemampuan karyawan, perubahan sistem kepegawaian, dsb.
Ø Para pendidik sering menggunakannya untuk melihat kedudukan siswa, prestasi belajar, efektivitas metoda pembelajaran, atau media pembelajaran.
Ø Para psikolog banyak menggunakan statistika untuk membaca hasil pengamatan baik melalui tes maupun obserbasi lapangan.

Bagi seorang pendidik profesional, statistik juga memiliki keguanaan yang cukup besar, sebab dengan menggunakan statistik sebagai alat bantu, maka pada data tersebut pendidik akan dapatkan hal-hal sebagai berikut:
Memperoleh gambaran, baik gambaran umum maupun secara khusus tentang suatu gejala, keadaan atau peristiwa.
mengikuti perkembangan pasang-surut mengenai gejala, keadaan atau peristiwa tsb, dari waktu ke waktu.
melakukan pengujian, apakah gejala yang satu berbeda dengan gejala yang lain. jiak terdapat perbedaan apakah perbedaan itu merupak perbedaaan yang berarti (meyakinkan) ataukah perbedaan itu terjadi hanya kebetulan saja.
mengetahui apakah gejala yang satu aada hubungannya dengan gejala yang lain.
menysusun laporan yang berupa data kuantitatif dengan teratur, ringkas dan jelas.
menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara tepat dan mantap, serta dapat memperkirakan atau meramlkan hal-hal yang mungkin terjadi di masa mendatang, dan langkah kongkrit apa yang perlu dilakukan pendidik.

Jenis Statistik
Berdasarkan jenisnya, statistik dibedakan menjadi dua, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik deskriptif adalah statistik yang berkenaan dengan metode atau cara mendeskripsikan, menggambarkan, menjabarkan, atau menguraikan data.

Statistik deskriptif mengacu pada bagaimana menata atau mengorganisasi data, menyajikan, dan menganalisis data. Menata, menyajikan, dan menganalisis data dapat dilakukan misalnya dengan menentukan nilai rata-rata hitung dan persen / proposisi. Cara lain untuk menggambarkan data adalah dengan membuat tabel, distribusi frekuensi, dan diagram atau grafik (Sugiyono, 2006).


Statistik inferensial adalah statistik yang berkenaan dengan cara penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari sampel untuk menggambarkan karakterisktik atau ciri dari suatu populasi. Dengan demikian dalam statistik inferensial dilakukan suatu generalisasi (perampatan atau memperumum) dan hal yang bersifat khusus (kecil) ke hal yang lebih luas (umum). Oleh karena itu, statistik inferensial disebut juga statistik induktif atau statistik penarikan kesimpulan. Pada statistik inferensial biasanya dilakukan pengujian hipotesis dan pendugaan mengenai karakteristik (ciri) dari suatu populasi, seperti mean dan Uji t (Sugiyono, 2006).

Data dan Penyajiannya
- Pembagian Data :
1. Berdasarkan Sifat
  • Data Kualitatif
    Hasil pengamatan yang outputnya hanya bisa dimasukan dalam suatu kategori.
    Contoh : sikap seseorang terhadap hasil pemilihan DPRD
  • Data Kuantitatif
     Hasil observasi atas suatu hal yang bisa dinyatakan dalam angka atau data kualitatif yang diangkakan.
    Contoh : tinggi badan, umur siswa, berat badan dll 
2. Berdasarkan sumber Data
  • Data Primer
    Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi
    Contoh: wawancara langsung, praktek lapangan, observasi lapangan
  • Data Sekunder
    Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumber-sumber yang telah ada. Data itu biasanya diperoleh dari perpustakaan atau laporan-laporan/dokumen peneliti yang terdahulu. Data sekunder disebut juga data tersedia.
    Contoh : data yang diperoleh dari sumber yang telah ada : buku,surat kabar dll.
3. Berdasarkan Waktu Pengumpulan Data
  • Data Berkala
    Data berkala adalah data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran perkembangan suatu kegiatan/fenomena.
    Contoh: Data perkembangan akademik siswa selama 1 semester yang dikumpulkan setiap bulan
  • Data Cross Section
    Data cross section adalah data yang terkumpul pada suatu waktu tertentu untuk memberikan gambaran perkembangan keadaan atau kegiatan pada waktu itu.
    Contoh:
    Data sensus penduduk tahun 2000, data hasil UN siswa SMA tahun 2012, dsb.
4. Berdasarkan Susunannya
  • Data Acak/Tunggal
    Data acak atau tunggal adalah data yang belum tersusun atau dikelompokkkan kedala kelas-kelas interval.
    Contoh: data nila Statistik Mahasiswa Jurusan TI
    89 70 80 78 60
    50 55 67 86 10
    66 88 55 65 60
  • Data Berkelompok
    Data berkelompok adalah data yang sudah tersusun atau dikelompokkan kedalam kelas-kelas interval. Data kelompok disusun dalam bentuk distribusi frekuensi atau tabel frekuensi.
    Contoh :
    Data nilai ujian statistik dan jumlah mahasiswa yang mendapatkannya
    Nilai Frekuensi
    50-55 3
    56-60 5
    61-65 10
    66-70 15
    71-80 7 
5. Berdasarkan Skala Pengukuran
  • Data Nominal
    Data nominal adalah data yang diberikan pada objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya, tetapi hanya sekedar label atau kode saja.
     Contoh data berskala nominal:
    Jenis kelamin (Laki-laki  1, Perempuan 2), etnis/suku, agama dan lain-lain.
  • Data Ordinal
    Data ordinal adalah data yang penomoran objek atau kategorinya disusun menurut besarnya, yaitu dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak/rentang yang tidak harus sama. Data ini memiliki ciri seperti ciri data nominal ditambah satu ciri lagi, yaitu kategori data dapat disusun/diurutkan berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki.
    Contoh :
    Mengubah nilai ujian ke nilai prestasi, yaitu :
    1. nilai A adalah dari 80-100
    2. nilai B adalah dari 65-79
    3. nilai C adalah dari 55-64
    4. nilai D adalah dari 45-54
    5. nilai E adalah dari 0-44
  •  Data Interval
    Data interval adalah data di mana objek/kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara tiap objek/kategori sama. Besarnya interval dapat ditambah atau dikurangi. Data ini memeiliki ciri sama dengan ciri pada data ordinal ditambah satu ciri lagi, yaitu urutan kategori data mempunyai jarak yang sama.
    Contoh :Penilaian Angket
    Jawaban A =1 ; B =2 ; C=3 ; D = 4; E = 5
    A B C D E
    1 2 3 4 5
  •  Data Rasio
    Data rasio adalah data yang memiliki sifat-sifat data nominal, data ordinal, dan data interval, dilengkapi dengan kepemilikan nilai atau titik nol absolut/mutlak dengan makna empirik. Data rasio memiliki sifat; dapat dibedakan, diurutkan, punya jarak, dan punya nol mutlak.
    Contoh : A dan B adalah dua mahasiswa Universitas “T” yang nilai mata kuliah statistik masing-masing 45 dan 90. Ukuran rasionya dapat dinyatakan bahwa nilai B adalah nilai 2 kali nilai A.
- Penyajian Data
Penyajian Data Statistik dalam Bentuk Tabel, Diagram Batang, Garis, Lingkaran, Tabel Distribusi Frekuensi, Relatif dan Kumulatif, Histogram, Poligon Frekuensi, dan Ogive,
a). Tabel
Penyajian data tunggal dalam bentuk tabel dinamakan tabel distribusi frekuensi tunggal. Di sini langsung melibatkan frekuensinya masing-masing.
Tally(Turus) menyatakan tanda yang menunjukkan banyakknya data. 
b). Diagram Batang
Diagram batang adalah diagram penyajian data dalam bentuk batang atau kotak yang dicatat dalam interval tertentu pada bidang cartesius. Ada dua jenis diagram batang, yaitu diagram batang vertikal dan diagram batang horizontal. Contoh : 
Jumlah lulusan SMA X di suatu daerah dari tahun 2001 sampai tahun 2004 adalah sebagai berikut. 
Nyatakan data di atas dalam bentuk diagram batang. 
Penyelesaian : 
Data tersebut dapat disajikan dengan diagram batang sebagai berikut. 
c). Diagram Garis
Diagram garis adalah diagram penyajian data dalam bentuk garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk menggambarkan keadaan yang berkesinambungan.
Contoh :
Dalam enam bulan pertama tahun 2007, pemakaian daya listrik dari koperasi ABC seperti tertuang pada tabel berikut.


Sajikan data diatas ke dalam diagram garis dan kemudian tafsirkan!
Penyelesaian :


Dari diagram garis di atas dapat dibaca dan ditafsirkan, misalkan :
*). Pada bulan Januari - Februari pemakaian listrik bertambah dengan kemiringan garisnya positif.
*). Pada bulan Februari - Maret pemakaian listrik menurun dengan kemiringan garisnya negatif.
*). Dari bulan Maret - Juni pemakaian listrik semakin meningkat dengan kemiringan garisnya positif untuk setiap bulannya, meskipun kemiringannya ini masih lebih kecil dibandingkan dengan periode bulan Januari - Februari.
d). Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran adalah diagram penyajian data dalam bentuk lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagianbagian atau persen dari keseluruhan. Untuk membuat diagram lingkaran, terlebih dahulu ditentukan besarnya persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besarnya sudut pusat sektor lingkaran.
Contoh Diagram Lingkaran :


e). Diagram Batang Daun
Dalam diagram batang daun, data yang terkumpul diurutkan terlebih dulu dari data ukuran terkecil sampai dengan ukuran yang terbesar. Diagram batang daun terdiri dari dua bagian yaitu batang dan daun. Bagian batang memuat angka puluhan dan bagian daun memuat angka satuan. Dari pengertian ini, berarti diagram batang daun cocok digunakan untuk data yang besarnya sampai puluhan saja.
Contoh :
Buatlah diagaram batang daun dari data berikut.
45, 10, 20, 31, 48, 20, 29, 27, 11, 8,
25, 21, 42, 24, 22, 36, 33, 22, 23, 13,
34, 29, 25, 39, 32, 38, 50, 5
Penyelesaian :
Diagram batang daunnya adalah


Dari diagram batang daun di atas dapat dibaca sebagai berikut :
*). Ukuran terkecil (nilai terkecil) adalah 5,
*). Ukuran terbesar adalah 50,
*). Ukuran ke-1 sampai ke-9 adalah 5, 8, 10, 11, 20, 20, 21, 22, 22.
*). Ukuran ke-16 (nilai ke-16) adalah 29.

f). Diagram Kotak Garis
Data statistik yang dipakai untuk menggambarkan diagram kotak garis adalah statistik lima serangkai, yang terdiri dari data ekstrim (data terkecil dan data terbesar) dan kuartil ($Q_1, \, Q_2, \, Q_3$). Untuk materi yang berkaitan menetukan besarnya kuartil, silahkan baca materi "Ukuran Pemusatan Data".
Contoh :
Diketahui data sebagai berikut:
41, 52, 66, 86, 91, 65, 86, 88, 41, 62, 42, 59, 72, 99, 53,
69, 87, 93, 64, 44, 64, 42, 92, 54, 78, 86, 92, 100, 79, 47
Buatlah statistik lima serangkai dan diagram kotak garisnya!
Penyelesaian :
*). Data diurutkan terlebih dahulu,
41, 41, 42, 42, 44, 47, 52, 53, 54, 59, 62, 64, 64, 65, 66, 69,
72, 78, 79, 86, 86, 86, 87, 88, 91, 92, 92, 93, 99, 100
*). Menentukan unsur-unsur statistik lima serangkai,
$ x_\text{min} = 41 \, $ (nilai terkecil)
$ x_\text{max} = 100 \, $ (nilai tertinggi)
$ Q_1 = 53 \, $ (nilai kuartil bawah)
$ Q_2 = 67,5 \, $ (nilai kuartil tengah atau median)
$ Q_3 = 87 \, $ (nilai kuartil atas)
*). Statistik lima serangkainya :

*). Diagram kotak garis


Jenis-jenis Data Statistik
-Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya :
1. Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.

-Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data
1. Data Internal
Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.
2. Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.

-Klasifikasi Dara Berdasarkan Jenis Datanya
1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain-lain.
2. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain.
- Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
1. Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.
2. Data Kontinyu
Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton. 

Sekian pembahasan mengenai pengantar statistik ini, semoga bermanfaat. 
Sampai ketemu di postingan selanjutnya.
Selamat Malam..
Wassalamu'alaikum..

Referensi :
1. http://aniskurlyso7.blogspot.co.id/2013/11/perbedaan-statistika-dan-statistik_5960.html
2. http://nsfcita.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-statistik-dan-statistika.html
3. http://kelas-a-semester-ii-kelompok-iii.blogspot.co.id/2013/03/kegunaan-statistik_25.html
4. http://kurniadi-addi.blogspot.co.id/2015/07/data-statistik-pembagian-pengumpulan.html
5. http://ueu201366158.weblog.esaunggul.ac.id/2015/10/12/cara-menyajikan-data-dalam-statistik/
6. http://www.konsep-matematika.com/2015/10/statistika-penyajian-data.html