Rabu, 30 Mei 2018

Finite State Machine (FSM) dan Pseudocode

Finite State Machine (FSM) dan Pseudocode dalam game mencari koin



Assalamu'alaikum wr..wb..

Selamat malam semua, apa kabar? setelah sekian lama akhirnya blog ini dapat diupdate lagi :D
Kesempata kali ini saya akan membahas sedikit mengenai 


Finite State Machine (FSM) dan Pseudocode dalam game mencari koin..

Finite State Machine (FSM) dalam game mencari koin


Pseudocode

using UnityEngine;
using System.Collections;

public class FSM : MonoBehaviour {
  public enum { masuklevel1, diam, berjalan, makan, koin, poin, levelberikutnya, nyawa, energi, musuh, bertahan, tertabrak musuh, gameover }

public TurnStates state;
public bool gameInProgress = true;

void Start () {
 state = FSM.masuklevel1;
 StartCoroutine ("TurnFSM");
}
private IEnumerator TurnFSM (){
 while(gameInProgress){
  switch(state){
  case TurnStates.masuklevel1:
     if( Permainan Star()) {* state = diam:}
    break;
  case TurnStates.diam:
    if(awal()) {* state = berjalan;}
    break;
  case TurnStates.berjalan:
    if( walk()) {* state = makanan;}
    break;
  case TurnStates.makanan:
     if( mencari koin()) {* state = poin;}
if( mencari energi()) {* state = nyawa;}
 if (menghindar ()) {* state = Musuh;}
   break;
  case TurnStates.musuh:
  if( Terkenamusuh ()) {* state = nyawa;}
  Break;
  case TurnStates.nilai:
    if( misi selesai ()) {* state = nextlevel;}
  break;
  case TurnStates.nyawa:
     if(nyawa masih tersedia ()) {* state = diam;}
     else (nyawa habis ()) {* state = GameOver;}
  Break;
  case TurnState.NextGame :
 if (levelakhir ()) {* state = masuklevel1;}
 break;
case TurnState.bertahan:
 if (bertahan ()) {* state = musuh;}
 break;

 }
 yield return null;
    } 
}


Penjelasan:
Jadi dalam game mencari koin ini, saat player memulai permainan, player dalam posisi diam. Kemudian player berjalan untuk mencari koin agar mendapat poin. Apabila dalam perjalanan player menemukan dan memakan energi, maka player akan mendapatkan tambahan nyawa. Apabila player bertemu musuh, player harus menghidar agar nyawanya tidak berkurang, apabila player tertabrak musuh maka nyawa player akan berkurang. Jika misi selesai dan player masih memiliki nyawa, maka player berhak melanjutkan ke level berikutnya. Dan jika nyawa player habis ditengah permainan, maka game over.

Sekian sedikit yang dapat saya bagi, terimakasih atas kunjungannya.. Selamat malam :D

Rabu, 14 Maret 2018

GAME BASED LEARNING & GAMIFICATION




GAME BASED LEARNING

Apa itu game-based learning?

Game-based learning secara definisi adalah pengunaan video gamesebagai metode pembelajaran. Ternyata, hal ini bukanlah hal yang baru ditemukan. Banyak penelitian tentang game-based learning yang memberikan hasil positif.

Sebagai contoh, berdasarkan hasil-hasil penelitian (Papastergiou, 2009; Jiau, Chen, Ssu, 2009; Kazigmolu, Kiernan, Bacon, MacKinnon, 2012; Jong, Lai, Hsia, Lin, Lu, 2013), game-based learning dapat meningkatkan motivasi pelajar dalam proses pembelajaran.

Gee dan Shaffer (2010) menyatakan, bahwa video game baik untuk pembelajaran karena game dapat membuat dunia-dunia virtual di mana pemain menyelesaikan simulasi dari masalah dunia nyata.

Secara garis besar, ada dua peran unik dari video game yang membuatnya dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran yang efektif, sebagai motivator dan simulator.

Game based learning dan proses peningkatan edukasi
Serious Games sebagai sarana nyata dari Game Based Learning menjadi alat yang penting dalam proses peningkatan edukasi. Beberapa pihak masih membandingkan game dengan animasi. Tapi berdasarkan informasi diatas, anda bisa melihat bahwa animasi hanya sampai ke tingkat 50% saja dimana siswa dapat melihat orang lain atau proses tertentu diperagakan melalui animasi. Sementara dengan game proses pemilihan tindakan, belajar dari kesalahan dan menganalisa proses menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam proses simulasi. Dan semuanya bisa dilakukan dengan suasana yang menantang dan menarik! Itulah kekuatan game sebenarnya.
Pendidikan yang diberikan oleh game bahkan bisa melampaui umur anak-anak dan remaja. Game Based Learning tidak melulu untuk siswa sekolah. Jangan terkecoh dengan istilah learning. Pembelajaran meluas ke berbagai bidang seperti militer, medis, kesehatan, manajemen, dsb.
Perpaduan game yang bersifat interaktif dan menantang bila dipadukan dengan edukasi yang terstruktur dan terukur malah menghasilkan kombinasi yang positif. Dunia edukasi dapat mencapai tingkat pemahaman dan penyerapan materi pelajaran yang jauh lebih efektif bila dilakukan tanpa game. 
Game-Based Learning adalah salah satu metode pembelajaran yang dirasa cocok dengan kondisi dari generasi digital sekarang ini karena tiga alasan berikut ini :

1. Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan membuat semakin motivasi siswa untuk belajar.
2. Kompetisi dan kerjasama tim dalam menyelesaikan misi yang ada dalam aplikasi game juga dapat menambahkan komponen motivasi pada siswa.
3.Umpan balik yang cepat dan spesifik memberikan kemudahan bagi siswa untuk memikirkan cara lain yang tepat untuk menyelesaikan penugasannya.

Tapi memang ada dampak buruk yang bisa jadi timbul, di antaranya :
1.Adanya anggapan bahwa ini hanya sekedar permainan/game.
2.Jika anda kalah dalam game ini tinggal mencoba lagi dengan memulainya dari awal.
3.Memainkan game tanpa menikmati alur yang sudah disiapkan oleh game tersebut.

Secara garis besar Game-Based Learning adalah salah satu metode yang bisa digunakan dalam pembelajaran dan tentunya ini dapat dilakukan tidak dengan kaku melainkan dengan Blended Method, sehingga ada keseimbangan dalam metode pembelajaran konvensional dengan Game-Based Learning.

GAMIFICATION

Apa itu Gamification?
Gamification dideskripsikan sebagai proses pemikiran game (game-thinking) dan mekanisasi game (game-mechanic) untuk mengajak pengguna terlibat dan sekaligus memecahkan masalah. Teori gamification ini digunakan sekaligus untuk meneliti sifat manusia mengenai sikap dan motivasi. Namun yang menjadi tujuan atau sasaran dari gamification ini adalah memberikan informasi alat, teknik, dan proses berpikir serta rancangan implementasi yang dibutuhkan untuk memberikan pengalaman unik kepada penggunanya.

Gamifikasi adalah penerapan teknik dan strategi dari sebuah permainan ke dalam konteks nonpermainan untuk menyelesaikan suatu masalah. Metode ini bekerja dengan cara membuat materi atau teknologi menjadi lebih menarik dengan mendorong pengguna untuk ikut terlibat dalam perilaku yang diinginkan. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan partisipasi, motivasi, dan prestasi audiens.
Meski awalnya banyak digunakan untuk marketing, gamifikasi kini banyak diterapkan dalam dunia pendidikan. Metode pembelajaran gamifikasi berarti menerapkan prinsip kerja sebuah permainan ke dalam proses pembelajaran, dengan tujuan untuk menumbuhkan motivasi belajar dan mengubah perilaku siswa.

Gamifikasi VS Game-based Learning
Selain gamifikasi, ada juga metode lain yang menggunakan permainan dalam proses pembelajaran, yakni game-based learning (GBL). Apa bedanya?
Game-based learning biasanya dirancang untuk memperkuat materi pelajaran dengan menggunakan permainan dan kemampuan pemain untuk mempertahankan dan menerapkannya ke dunia nyata.
Sedangkan gamifikasi menerapkan konsep desain game terhadap materi pembelajaran. Karakteristik model pembelajaran ini yaitu adanya tantangan, kepuasan, penghargaan, dan ketergantungan.

Contoh penerapan gamifikasi pada e-learning atau web-based learning antara lain:

  • educade.org, menyediakan berbagai alat pembelajaran, termasuk permainan, untuk tiap tingkat usia dan berbagai mata pelajaran
  • icivics.org, merupakan situs penyedia video games pendidikan yang dibuat untuk menanamkan pengetahuan umum pada anak-anak muda Amerika.
  • guraru.org, menerapkan gamifikasi melalui sistem poin dan ajang penghargaan.


Sumber :
[1]https://www.kompasiana.com/deviswitch/game-based-learning-video-game-sebagai-sarana-pembelajaran_54f6768ca33311c5028b4ea2
[2] http://genius-gamers.blogspot.co.id/2010/04/game-based-learning.html
[3] http://teduhop.blogspot.co.id/2012/01/metode-pembelajaran-game-based-learning.html
[4] https://vriskerusniko.wordpress.com/2013/07/29/apa-itu-gamification-sebuah-pengantar/
[5] http://guraru.org/info/gamification-untuk-pembelajaran/



Rabu, 12 Oktober 2016

Contoh Data Distribusi

Assalamu'alaikum..
Selamat malam, lame tak jumpe ye :D
Hari DEADLINE!!!!!!
Eh ngga usah panjang lebar deng nanti keburu kena deadline.
Langsung aja ya saya akan memberikan contoh mengenai "Data Distribusi"

SOAL
Diperoleh data pengunjung taman Edupark UMS selama 90 hari terakhir sebagai berikut (sumber: data rekaan):

79 80 70 68 90 92 80 70 63 76
49 84 71 72 35 93 91 74 60 63
48 90 92 85 83 75 61 99 83 88
74 70 38 51 73 71 72 95 82 70
81 91 56 65 74 90 97 80 60 66
98 93 81 93 43 72 91 59 67 88
87 82 74 83 86 87 88 71 89 79
81 78 73 86 68 75 81 77 63 75
65 73 71 68 73 72 55 68 79 90

Buat tabel distribusi frekuensi dalam bentuk :
- Kategorikal, Relatif, dan Kumulatif (kurang dan lebih dari)
- Buat grafik histogram, polygon, dan ogif

PENYELESAIAN
1. Mengurutkan Data

2. Menentukan nilai Min, Max, dan Jangkauan atau Range
 - Nilai min : 35
 - Nilai max : 99
 - Range = nilai max - nilai min
             = 99 - 35 = 64
3. Menentukan Jumlah Kelas
 K = Banyaknya Kelas
 n = Banyaknya jumlah data observasi
 Rumus :
 K = 1 + 3,3 log n
 K = 1 + 3,3 log 90
    = 1 + 3,3 (1,954)
    = 7,449
    = 8
4. Menentukan Panjang/lebar kelas (Interval)
 - Interval adalah selisih batas atas dan batas bawah dari suatu kategori
 - Panjang kelas :
   

5. Membuat Tabel Kategorial
6. Membuat Tabel Relatif
Rumus Frekuensi Relatif :
f = frekuensi
n = jumlah data
7. Menentukan Batas Kelas
Catatan : - Warna merah merupakan Batas atas
              - Warna ungumerupakan Batas bawah
8. Menentukan Nilai Tengah 
x1 = Batas bawah 
x2 = Batas atas

9. Membuat Tabel Kumulatif
10. Grafik Histogram
11. Grafik Polygon
12. Grafik Ogif

Sekian contoh singkat yang memusingkan ini semoga bermanfaat.
See you in next post :)
Good Night







Selasa, 04 Oktober 2016

Statistika & Probabilitas : Contoh Data Statistik



- Dari data di atas dapat diperoleh beberapa informasi yaitu :
1. Jumlah pendaftar Politeknik Kesehatan Kemenkes Kaltim untuk Prodi Keperawatan dari tahun 2006/2007 hingga tahun 2012/2013 mengalami penurunan. Pada tahun 2006/2007 ke tahun 200/7/2008 mengalami penurunan. Dari tahun 2007/2008 ke tahun 2008/2009, jumlah pendaftar mengalami penurunan yang sangat drastis. Kemudian pada tahun 2008/2009 ke tahun 2009/2010, jumlah pendaftar meningkat. Tetapi dari tahun 2009/2010 ke tahun 2010/2011 dan 2011/2012 mengalami penurunan lagi. Dan dari tahun 2011/2012 ke tahun 2012/2013, pendaftar cukup stabil.
2.  Jumlah pendaftar Politeknik Kesehatan Kemenkes Kaltim untuk Prodi Kebidanan Bpp dari tahun 2006/2007 hingga tahun 2012/2013 mengalami penurunan, kecuali pada tahun 2008/2009 ke tahun 2009/2010, jumlah pendaftar cukup stabil. Tetapi kemudian dari tahun ke tahun mengalami penurunan lagi. Dan pada tahun 2011/2012 ke tahun 2012/2013, jumlah pendaftar baru mengalami peningkatan.
3. Jumlah pendaftar Politeknik Kesehatan Kemenkes Kaltim untuk Prodi Kebidanan Smd dari tahun 2006/2007 hingga tahun 2012/2013 mengalami peningkatan.Tetapi pada tahun ketiga, yaitu tahun 2008/2009 mengalami penurunan. Setelah itu meningkat lagi. Dan setelah itu pada tahun 2010/2011 kembali mengalami penurunan pendaftar. Kemudian pendaftar meningakat lagi hingga tahun 2012/2013.
Jumlah pendaftar Politeknik Kesehatan Kemenkes Kaltim untuk Prodi Analis Kesehatan dari tahun 2006/2007 hingga tahun 2012/2013 mengalami peningkatan. Dari tahun ke tahun, jumlah pendaftar terus meningkat kecuali pada tahun 2012/2013 yang mengalami penurunan jumlah pendaftar. 

- Kesimpulan :
Setelah mengamati data diatas, dapat disimpulkan bahwa jumlah pendaftar terbanyak yaitu pada prodi Kebidanan Smd. Untuk prodi Keperawatan dan prodi Kebidanan Bpp jumlah pendaftar cenderung mengalami penurunan dan jumlah pendaftar tidak stabil. Sedangkan untuk prodi Kebidanan Smd dan prodi Analis Kesehatan cenderung meningkat.

- Pengambilan keputusan :
Perlu adanya penambahan kelas dan lebih diketatkan lagi penyaringan untuk pendaftar pada prodi Analis Kesehatan, karena pada prodi ini pendaftar terus bertambah dari tahun ke tahun. Sedangkan untuk ketiga prodi yang lain lebih ditingkatkan lagi mutu pembelajaran karena setiap tahun jumlah pendaftar cenderung berkurang yang mungkin disebabkan karena mutu pendidikan.

Sumber Data :
1. http://poltekkes-kaltim.ac.id/jumlah-pendaftar/grafik-jumlah-pendaftar/

Sabtu, 01 Oktober 2016

[REVISI] PENGANTAR STATISTIKA

Assalamu'alaikum everybody..
Tiap hari tugasnya nge-blog terus, tapi kali ini isi blognya revisi dari yang kemarin yaitu pengantar statistika :( Eh ngga boleh ngeluh harus semangat. Anggap aja sebagai sarana untuk berbagi ilmu. Yups langsung aja.

Pengertian Statistik & Statistika
Statistik merupakan kumpulan data, bilangan maupun non bilangan yang disusun dalam table dan atau diagram yang melukiskan suatu persoalan. Umumnya suatu data diikuti atau dilengkapi dengan keterangan-keterangan yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau keadaan tertentu. Kata statistik juga menyatakan ukuran atau karakteristik pada sampel seperti nilai rata-rata, dan koefisien korelasi.

Sedangkan untuk statistika berarti Ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi dan mempresentasikan data.

Jenis dan kegunaan Statistik
  • Fungsi statistika
Ø Statistik menggambarkan data dalam bentuk tertentu
Ø Statistik dapat menyederhanakan data yang kompleks menjadi data yang mudah dimengerti
Ø Statistik merupakan teknik untuk membuat perbandingan
Ø Statistik dapat memperluas pengalaman individu
Ø Statistik dapat mengukur besaran dari suatu gejala
Ø Statistik dapat menentukan hubungan sebab akibat
  • Kegunaan Statistika
Ø Membantu penelitian dalam menggunakan sampel sehingga penelitian dapat bekerja efisien dengan hasil yang sesuai dengan obyek yang ingin diteliti
Ø Membantu penelitian untuk membaca data yang telah terkumpul sehingga peneliti dapat mengambil keputusan yang tepat
Ø Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya perbedaan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya atas obyek yang diteliti
Ø Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya
Ø Membantu peneliti dalam menentukan prediksi untuk waktu yang akan datang
Ø Membantu peneliti dalam melakukan interpretasi atas data yang terkumpul (M.Subana dkk, 2000;14)
Ø Pemerintah menggunakan statistika untuk menilai hasil pembangunan masa lalu dan merencanakan masa mendatang
Ø Pimpinan menggunakannya untuk pengangkatan pegawai baru, pembelian peralatan baru, peningkatan kemampuan karyawan, perubahan sistem kepegawaian, dsb.
Ø Para pendidik sering menggunakannya untuk melihat kedudukan siswa, prestasi belajar, efektivitas metoda pembelajaran, atau media pembelajaran.
Ø Para psikolog banyak menggunakan statistika untuk membaca hasil pengamatan baik melalui tes maupun obserbasi lapangan.

Bagi seorang pendidik profesional, statistik juga memiliki keguanaan yang cukup besar, sebab dengan menggunakan statistik sebagai alat bantu, maka pada data tersebut pendidik akan dapatkan hal-hal sebagai berikut:
Memperoleh gambaran, baik gambaran umum maupun secara khusus tentang suatu gejala, keadaan atau peristiwa.
mengikuti perkembangan pasang-surut mengenai gejala, keadaan atau peristiwa tsb, dari waktu ke waktu.
melakukan pengujian, apakah gejala yang satu berbeda dengan gejala yang lain. jiak terdapat perbedaan apakah perbedaan itu merupak perbedaaan yang berarti (meyakinkan) ataukah perbedaan itu terjadi hanya kebetulan saja.
mengetahui apakah gejala yang satu aada hubungannya dengan gejala yang lain.
menysusun laporan yang berupa data kuantitatif dengan teratur, ringkas dan jelas.
menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara tepat dan mantap, serta dapat memperkirakan atau meramlkan hal-hal yang mungkin terjadi di masa mendatang, dan langkah kongkrit apa yang perlu dilakukan pendidik.

Jenis Statistik
Berdasarkan jenisnya, statistik dibedakan menjadi dua, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik deskriptif adalah statistik yang berkenaan dengan metode atau cara mendeskripsikan, menggambarkan, menjabarkan, atau menguraikan data.

Statistik deskriptif mengacu pada bagaimana menata atau mengorganisasi data, menyajikan, dan menganalisis data. Menata, menyajikan, dan menganalisis data dapat dilakukan misalnya dengan menentukan nilai rata-rata hitung dan persen / proposisi. Cara lain untuk menggambarkan data adalah dengan membuat tabel, distribusi frekuensi, dan diagram atau grafik (Sugiyono, 2006).


Statistik inferensial adalah statistik yang berkenaan dengan cara penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari sampel untuk menggambarkan karakterisktik atau ciri dari suatu populasi. Dengan demikian dalam statistik inferensial dilakukan suatu generalisasi (perampatan atau memperumum) dan hal yang bersifat khusus (kecil) ke hal yang lebih luas (umum). Oleh karena itu, statistik inferensial disebut juga statistik induktif atau statistik penarikan kesimpulan. Pada statistik inferensial biasanya dilakukan pengujian hipotesis dan pendugaan mengenai karakteristik (ciri) dari suatu populasi, seperti mean dan Uji t (Sugiyono, 2006).

Data dan Penyajiannya
- Pembagian Data :
1. Berdasarkan Sifat
  • Data Kualitatif
    Hasil pengamatan yang outputnya hanya bisa dimasukan dalam suatu kategori.
    Contoh : sikap seseorang terhadap hasil pemilihan DPRD
  • Data Kuantitatif
     Hasil observasi atas suatu hal yang bisa dinyatakan dalam angka atau data kualitatif yang diangkakan.
    Contoh : tinggi badan, umur siswa, berat badan dll 
2. Berdasarkan sumber Data
  • Data Primer
    Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi
    Contoh: wawancara langsung, praktek lapangan, observasi lapangan
  • Data Sekunder
    Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumber-sumber yang telah ada. Data itu biasanya diperoleh dari perpustakaan atau laporan-laporan/dokumen peneliti yang terdahulu. Data sekunder disebut juga data tersedia.
    Contoh : data yang diperoleh dari sumber yang telah ada : buku,surat kabar dll.
3. Berdasarkan Waktu Pengumpulan Data
  • Data Berkala
    Data berkala adalah data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran perkembangan suatu kegiatan/fenomena.
    Contoh: Data perkembangan akademik siswa selama 1 semester yang dikumpulkan setiap bulan
  • Data Cross Section
    Data cross section adalah data yang terkumpul pada suatu waktu tertentu untuk memberikan gambaran perkembangan keadaan atau kegiatan pada waktu itu.
    Contoh:
    Data sensus penduduk tahun 2000, data hasil UN siswa SMA tahun 2012, dsb.
4. Berdasarkan Susunannya
  • Data Acak/Tunggal
    Data acak atau tunggal adalah data yang belum tersusun atau dikelompokkkan kedala kelas-kelas interval.
    Contoh: data nila Statistik Mahasiswa Jurusan TI
    89 70 80 78 60
    50 55 67 86 10
    66 88 55 65 60
  • Data Berkelompok
    Data berkelompok adalah data yang sudah tersusun atau dikelompokkan kedalam kelas-kelas interval. Data kelompok disusun dalam bentuk distribusi frekuensi atau tabel frekuensi.
    Contoh :
    Data nilai ujian statistik dan jumlah mahasiswa yang mendapatkannya
    Nilai Frekuensi
    50-55 3
    56-60 5
    61-65 10
    66-70 15
    71-80 7 
5. Berdasarkan Skala Pengukuran
  • Data Nominal
    Data nominal adalah data yang diberikan pada objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya, tetapi hanya sekedar label atau kode saja.
     Contoh data berskala nominal:
    Jenis kelamin (Laki-laki  1, Perempuan 2), etnis/suku, agama dan lain-lain.
  • Data Ordinal
    Data ordinal adalah data yang penomoran objek atau kategorinya disusun menurut besarnya, yaitu dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak/rentang yang tidak harus sama. Data ini memiliki ciri seperti ciri data nominal ditambah satu ciri lagi, yaitu kategori data dapat disusun/diurutkan berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki.
    Contoh :
    Mengubah nilai ujian ke nilai prestasi, yaitu :
    1. nilai A adalah dari 80-100
    2. nilai B adalah dari 65-79
    3. nilai C adalah dari 55-64
    4. nilai D adalah dari 45-54
    5. nilai E adalah dari 0-44
  •  Data Interval
    Data interval adalah data di mana objek/kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara tiap objek/kategori sama. Besarnya interval dapat ditambah atau dikurangi. Data ini memeiliki ciri sama dengan ciri pada data ordinal ditambah satu ciri lagi, yaitu urutan kategori data mempunyai jarak yang sama.
    Contoh :Penilaian Angket
    Jawaban A =1 ; B =2 ; C=3 ; D = 4; E = 5
    A B C D E
    1 2 3 4 5
  •  Data Rasio
    Data rasio adalah data yang memiliki sifat-sifat data nominal, data ordinal, dan data interval, dilengkapi dengan kepemilikan nilai atau titik nol absolut/mutlak dengan makna empirik. Data rasio memiliki sifat; dapat dibedakan, diurutkan, punya jarak, dan punya nol mutlak.
    Contoh : A dan B adalah dua mahasiswa Universitas “T” yang nilai mata kuliah statistik masing-masing 45 dan 90. Ukuran rasionya dapat dinyatakan bahwa nilai B adalah nilai 2 kali nilai A.
- Penyajian Data
Penyajian Data Statistik dalam Bentuk Tabel, Diagram Batang, Garis, Lingkaran, Tabel Distribusi Frekuensi, Relatif dan Kumulatif, Histogram, Poligon Frekuensi, dan Ogive,
a). Tabel
Penyajian data tunggal dalam bentuk tabel dinamakan tabel distribusi frekuensi tunggal. Di sini langsung melibatkan frekuensinya masing-masing.
Tally(Turus) menyatakan tanda yang menunjukkan banyakknya data. 
b). Diagram Batang
Diagram batang adalah diagram penyajian data dalam bentuk batang atau kotak yang dicatat dalam interval tertentu pada bidang cartesius. Ada dua jenis diagram batang, yaitu diagram batang vertikal dan diagram batang horizontal. Contoh : 
Jumlah lulusan SMA X di suatu daerah dari tahun 2001 sampai tahun 2004 adalah sebagai berikut. 
Nyatakan data di atas dalam bentuk diagram batang. 
Penyelesaian : 
Data tersebut dapat disajikan dengan diagram batang sebagai berikut. 
c). Diagram Garis
Diagram garis adalah diagram penyajian data dalam bentuk garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk menggambarkan keadaan yang berkesinambungan.
Contoh :
Dalam enam bulan pertama tahun 2007, pemakaian daya listrik dari koperasi ABC seperti tertuang pada tabel berikut.


Sajikan data diatas ke dalam diagram garis dan kemudian tafsirkan!
Penyelesaian :


Dari diagram garis di atas dapat dibaca dan ditafsirkan, misalkan :
*). Pada bulan Januari - Februari pemakaian listrik bertambah dengan kemiringan garisnya positif.
*). Pada bulan Februari - Maret pemakaian listrik menurun dengan kemiringan garisnya negatif.
*). Dari bulan Maret - Juni pemakaian listrik semakin meningkat dengan kemiringan garisnya positif untuk setiap bulannya, meskipun kemiringannya ini masih lebih kecil dibandingkan dengan periode bulan Januari - Februari.
d). Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran adalah diagram penyajian data dalam bentuk lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagianbagian atau persen dari keseluruhan. Untuk membuat diagram lingkaran, terlebih dahulu ditentukan besarnya persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besarnya sudut pusat sektor lingkaran.
Contoh Diagram Lingkaran :


e). Diagram Batang Daun
Dalam diagram batang daun, data yang terkumpul diurutkan terlebih dulu dari data ukuran terkecil sampai dengan ukuran yang terbesar. Diagram batang daun terdiri dari dua bagian yaitu batang dan daun. Bagian batang memuat angka puluhan dan bagian daun memuat angka satuan. Dari pengertian ini, berarti diagram batang daun cocok digunakan untuk data yang besarnya sampai puluhan saja.
Contoh :
Buatlah diagaram batang daun dari data berikut.
45, 10, 20, 31, 48, 20, 29, 27, 11, 8,
25, 21, 42, 24, 22, 36, 33, 22, 23, 13,
34, 29, 25, 39, 32, 38, 50, 5
Penyelesaian :
Diagram batang daunnya adalah


Dari diagram batang daun di atas dapat dibaca sebagai berikut :
*). Ukuran terkecil (nilai terkecil) adalah 5,
*). Ukuran terbesar adalah 50,
*). Ukuran ke-1 sampai ke-9 adalah 5, 8, 10, 11, 20, 20, 21, 22, 22.
*). Ukuran ke-16 (nilai ke-16) adalah 29.

f). Diagram Kotak Garis
Data statistik yang dipakai untuk menggambarkan diagram kotak garis adalah statistik lima serangkai, yang terdiri dari data ekstrim (data terkecil dan data terbesar) dan kuartil ($Q_1, \, Q_2, \, Q_3$). Untuk materi yang berkaitan menetukan besarnya kuartil, silahkan baca materi "Ukuran Pemusatan Data".
Contoh :
Diketahui data sebagai berikut:
41, 52, 66, 86, 91, 65, 86, 88, 41, 62, 42, 59, 72, 99, 53,
69, 87, 93, 64, 44, 64, 42, 92, 54, 78, 86, 92, 100, 79, 47
Buatlah statistik lima serangkai dan diagram kotak garisnya!
Penyelesaian :
*). Data diurutkan terlebih dahulu,
41, 41, 42, 42, 44, 47, 52, 53, 54, 59, 62, 64, 64, 65, 66, 69,
72, 78, 79, 86, 86, 86, 87, 88, 91, 92, 92, 93, 99, 100
*). Menentukan unsur-unsur statistik lima serangkai,
$ x_\text{min} = 41 \, $ (nilai terkecil)
$ x_\text{max} = 100 \, $ (nilai tertinggi)
$ Q_1 = 53 \, $ (nilai kuartil bawah)
$ Q_2 = 67,5 \, $ (nilai kuartil tengah atau median)
$ Q_3 = 87 \, $ (nilai kuartil atas)
*). Statistik lima serangkainya :

*). Diagram kotak garis


Jenis-jenis Data Statistik
-Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya :
1. Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.

-Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data
1. Data Internal
Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.
2. Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.

-Klasifikasi Dara Berdasarkan Jenis Datanya
1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain-lain.
2. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain.
- Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
1. Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.
2. Data Kontinyu
Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton. 

Sekian pembahasan mengenai pengantar statistik ini, semoga bermanfaat. 
Sampai ketemu di postingan selanjutnya.
Selamat Malam..
Wassalamu'alaikum..

Referensi :
1. http://aniskurlyso7.blogspot.co.id/2013/11/perbedaan-statistika-dan-statistik_5960.html
2. http://nsfcita.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-statistik-dan-statistika.html
3. http://kelas-a-semester-ii-kelompok-iii.blogspot.co.id/2013/03/kegunaan-statistik_25.html
4. http://kurniadi-addi.blogspot.co.id/2015/07/data-statistik-pembagian-pengumpulan.html
5. http://ueu201366158.weblog.esaunggul.ac.id/2015/10/12/cara-menyajikan-data-dalam-statistik/
6. http://www.konsep-matematika.com/2015/10/statistika-penyajian-data.html

Jumat, 30 September 2016

STRUKTUR INTERKONEKSI (OAK)

Assalamu'alaikum..Selamat malam semuanyaaahh..Kali ini saya akan membahas sedikit mengenai "Pandangan Tingkatan Paling Atas Fungsi dan Interkoneksi Komputer" lebih spesifiknya mengenai struktur interkoneksi. Sebenarnya ini merupakan tugas kedua dari MaKul OAK. Oke lah daripada panjang lebar dan nanti dibilang curhat lagi mending langsung aja ya..

Pada tingkat paling atas, sebuah komputer terdiri dari Central Processing Unit (CPU), memori, dan komponen-komponen I/O, dengan satu atau lebih modul dari masing-masing jenisnya.

I. KOMPONEN-KOMPONEN KOMPUTER
Seluruh rancangan komputer saat ini secara virtual didasarkan pada konsep yang dikembangkan oleh John Van Neumann di Institute for advanced studies, Princeton. Rancangan seperti itu dikenal sebagai arsitektur Von Neumann dan didasarkan pada 3 konsep utama :
· Data dan intruksi-intruksi disimpan di memori baca-tulis tunggal.
· Muatan dari memori ini dapat diamati dengan lokasi, tanpa tergantung pada jenis data yang berada di dalamnya.
· Eksekusi terjadi dengan cara sekuensial (kecuali diubah secara eksplisit) dari instruksi yang satu ke instruksi yang berikutnya.

II. FUNGSI KOMPUTER
Fungsi dasar yang dibentuk oleh komputer adalah eksekusi program, yang terdiri dari sekumpulan instruksi yang disimpan di dalam memori. Prosesor mengerjakan pekerjaan yang nyata dengan eksekusi intruksi yang dispesifikasikan di dalam progaram. Dalam format paling sederhana, instruksi prosesornya terdiri dari dua langkah : prosesor baca instruksi (mengambil) dari memori satu demi satu dan mengeksekusi setiap instruksi. Eksekusi program terdiri dari proses pengulangan instruksi fetch dan eksekusi instruksi.
Instruksi Fetch dan Eksekusi
Pada awal setiap siklus instruksi, prosesor mengambil suatu intruksi dari memori. Pada prosesor yang umum, suatu register yang disebut Program Counter (PC) dipakai untuk mengawasi instruksi yang akan dibaca selanjutnya.
Instruksi yang dibaca akan dimasukkan ke dalam register di dalam prosesor yang dikenal sebagai Instruction Register (IR). Instruksi berisi bit yang menspesifikasikan tindakan yang akan diambil oleh prosesor. Prosesor menginterpretasikan instruksi dan melakukan tindakan yang diperlukan. Secara umum tindakan- tindakan ini dibagi menjadi 4 kategori :
· Prosesor-Memori : data dapat ditransfer dari prosesor ke memori atau dari memori ke prosesor.
· Prosesor-I/O : data dapat ditransfer ke atau dari suatu perangkat periferal dengan pemindahan antara prosesor dan modul I/O.
· Pengolahan data : prosesor dapat membentuk beberapa operasi aritmatik dan logika pada data.
· Kontrol : suatu instruksi dapat mengubah urutan eksekusi.


Interupsi
Secara virtual semua komputer menyediakan mekanisme yang membuat modul-modul lainnya(I/O, memori) dapat menginterupsikan pengolahan normal prosesor. Interupsi disediakan terutama semata sebagai cara untuk meningkatkan efisiensi pengolahan.
Interupsi dan siklus instruksi, dengan memakai interupsi, prosesor dapat dipakai dalam mengeksekusi instruksi-instruksi lainnya operasi I/O sedang dilaksanakan. Dari sudut pandang program pengguna, suatu interupsi adalah suatu gangguan terhadap urutan eksekusi normal. Ketika pengolahan interupsi diselesaikan, maka eksekusi dilakukan lagi. Untuk mengakomodasi interupsi, sebah siklus interupsi ditambahkan ke siklus instruksi.

III. STRUKTUR INTERKONEKSI

Di dalam sebuah komputer terdiri dari sekumpulan komponen atau modul tiga jenis dasar (Prosesor, Memori, I/O) yang saling berkomunikasi satu dengan yang lain. Akibatnya, sebuah komputer merupakan suatu jaringan dari modul-modul dasar. Dengan begitu, harus terdapat lintasan untuk menghubungkan modul-modul. Kumpulan lintasan yang menghubungkan berbagai modul disebut struktur interkoneksi.
Struktur Interkoneksi harus mendukung jenis perpindahan sebagai berikut :
· Memori ke prosesor : prosesor membaca sebuah intruksi atau sebuah unit data dari memori.
· Prosesor ke memori : prosesor menuliskan sebuah unit data ke memori.
· I/O ke prosesor : prosesor membaca data dari perangkat I/O via sebuah modul I/O.



· Prosesor ke I/O : prosesor mengirimkan data ke perangkat I/O.
· I/O ke atau dari memori : bagi kedua kasus ini, sebuah modul I/O diizinkan untuk saling menggunakan Direct Memory Access (DMA).
Seiring dengan perkembangan jaman, banyak struktur interkoneksi telah tercipta. Saat ini yang umum digunakan adalah bus dan bermacam-macam struktur multiple-bus.

IV. INTERKONEKSI BUS
Bus adalah suatu lintasan komunikasi yang menghubungkan dua atau lebih perangkat. Karakteristik kunci suatu bus yakni bahwa bus merupakan suatu medium transmisi bersama. Berbagai perangkat dapat diterima oleh semua perangkat lain yang terhubung ke bus. Jika dua perangkat melakukan transmisi sepanjang periode waktu yang sama, sinyalnya akan tumpang tindih dan menjadi rusak. Sehingga hanya satu perangkat yang akan berhasil melakukan transmisi pada saat tertentu.
Biasanya suatu bus terdiri dari berbagai lintasan komunikasi atau saluran. Masing-masing saluran mampu mentransmisikan sinyal yang mewakili biner 0 dan biner 1. Dari waktu ke waktu suatu urutan digit biner dapat ditransmisikan melalui lintasan tunggal. Dengan mengumpulkannya beberapa lintasan bus dapat digunakan untuk mentransmisikan digit biner secara simultan (secara paralel).
Sistem komputer berisi sejumlah bus berbeda yang menyediakan lintasan antara komponen-kompomen pada berbagai level dari tingkatan sistem komputer. Sedangkan bus yang menghubungkan kompomen-komponen utama komputer (prosesor, memori, I/O) disebut suatu sistem bus. Struktur Bus
Suatu sistem bus biasanya bersi sekitar 50 sampai ratusan saluran yang terpisah. Masing-masing lintasan ditandai dengan arti dan fungsi. Saluran bus digolongkan dalam 3 golongan fungsional, yaitu : data, alamat, dan saluran kontrol. Sebagai tambahan terdapat saluran distribusi yang memberikan kebutuhan daya bagi modul yang terhubung.
Lebar bus data adalah faktor pokok dalam menentukan keseluruhan kinerja sistem. Sebagai contoh, jika bus data lebarnya 8 bit dan masing-masing intruksi panjangnya 16 bit, kemudian prosesor harus mengakses modul memori dua kali selama masing-masing siklus intruksinya.
Saluran-saluran alamat digunakan untuk menandakan sumber atau tujuan dari data pada bus data.
Saluran-saluran kontrol digunakan untuk mengontrol akses ke saluran alamat dan penggunaan saluran data dan saluran alamat. Karena data dan saluran alamat dipakai bersama oleh semua komponen, maka harus ada suatu alat untuk pengendalian penggunaannya. Sinyal-sinyal kontrol mentransmisikan baik perintah maupun pengaturan waktu informasi antara modul sistem. Saluran kontrol umumnya meliputi :
· Memori tulis : menyebabkan data pada bus akan ditulis ke dalam lokasi memori.
· Memori baca : menyebabkan data dari lokasialamat yang ditempatkan pada bus.
· I/O tulis : menyebabkan data pada bus menjadi output ke alamat port I/O.
· I/O baca : menyebabkan data dari port I/O yang beralamat ditempatkan pada bus.
· Transfer ACK : menunjukkan bahwa data telah diterima dari bus atau telah ditempatkan pada bus.
· Bus request : menunjukkan bahwa suatu modul kontrol bus.
· Bus grant : menunjukkan bahwa modul yang melakukan permintaan telah diberi hak kontrol bus.
· Interupsi request : menunjukkan bahwa suatu interupsi ditangguhkan.
· Interupsi ACK : memberitahukan bahwa interupsi yang ditangguhkan telah diketahui.
· Clock : yang digunakan untuk mensinkronkan operasi-operasi.
· Reset : menginisialisasi semua modul.
Secara fisik, sistem bus merupakan sejumlah konduktor listrik paralel. Dalam penyusunan bus klasik, konduktor-konduktor ini berupa saluran logam yang berakir pada kartu atau papan.
Hierarki Multiple Bus
Jika sebagian besar perangkat dihubungkan ke bus, maka akan terjadi penurunan kinerja. Ada dua penyebab utama, yaitu :
1. Secara umum, semakin banyak perangkat dihubungkan dengan bus, semakin besar panjang bus dan karenanya akan semakin besar delay propagasinya. Delay ini menentukan waktu yang diperlukan oleh perangkat untuk mengkoordinasikan penggunaan bus. Pada saat kontrol bus melintasi suatu perangkat lainnya, delay propagasi ini akan sangat mempengaruhi kinerja.
2. Bus mungkin mengalami kemacetan bagi yang lain karena semakin besarnya permintaan transfer data yang hampir mendekati kapasitas bus. Masalah ini dapat diatasi pada taraf tertentu dengan peningkatan kelajuan data sehingga bus dapat membawanya dengan penggunaan bus yang lebih luas (missal meningkatkan bus data dari 32 menjadi 64 bit). Namun karena kelajuan data yang dihasilkan oleh perangkat yang terhubung (misal pengontrol grafik dan video, antarmuka jaringan) tumbuh dengan cepat, maka dalam perlombaan ini besar kemungkinan bus tunggal akan menderita kekalahan.
Sangat dimungkinkan untuk menghubungkan pengontrol I/O secara langsung ke bus sistem. Penyelesaian yang lebih efisien akan menggunakan satu atau lebih bus perluasan untuk tujuan ini.
Arsitektur bus tradisional cukup efisien tetapi mulai mengalami penurunan dengan semakin tingginya kinerja pada perangkat I/O. Sebagai tanggapan terhadap peningkatan kebutuhan ini, suatu pendekatan umum diambil oleh industri adalah dengan membangun bus berkecepatan tinggi yang terintegrasi secara melekat dengan sisa sistem yang hanya untuk keperluan penghubung antara bus prosesor dan bus dengan kecepatan tinggi. Pengaturan ini kadang-kadang disebut sebagai arsitektur mezzanine.
Elemen-elemen Rancangan Bus

§   
Lebar Bus
               
Pengalamatan
                Data
Jenis Transfer Data
                Baca
                Tulis
                Baca-modifikasi-tulis
                Baca-setelah-Tulis
                Block
 
Jenis
               
Dedicate
                Multiplexed
Metode Arbitrasi
                Tersentralisasi
                Terdistribusi
Pewatuan
                Sinkron
                Tidak Sinkron


Jenis Bus
Saluran-saluran bus dapat dipisahkan ke dalam 2 jenis umum : dedicated dan multiplex. Suatu saluran bus dedicated secara permanen diberi sebuah fungsi atau subset fisik komponen-komponen komputer. Sedangakan keuntungan dari time multiplexing adalah penggunaan saluran yang lebih sedikit yang menghemat ruang dan biaya. Kerugiannya adalah rangkaian lebih rumit dan diperlukan di dalam setiap modul.
Metode Arbitrasi
Berbagai macam metode secara saluran besar dapat digolongkan sebagai metode terpusat atau metode terdistribusi. Pada metode terpusat, perangkat-perangkat keras tunggal yang dikenal sebagai pengontrol bus atau arbiter, bertanggung jawab untuk mengalokasikan waktu pada bus. Perangkat mungkin bersaluran sebuah modul atau bagian dari prosesor yang terpisah. Pada metode terdistribusi, tidak ada kontrol pusat. Melainkan masing-masing modul berisi akses pengontrol logika dan modul-modul bekrja bersama-sama untuk memakai bus bersama-sama. Dengan kedua metode arbiter, tujuannya adalah untuk menugaskan suatu perangkat, baik prosesor maupun modul I/O, bertindak sebagai master
Pewaktuan
Pewaktuan berkaitan dengan cara yang ditempuh oleh peristiwa yang dikoordinasikan pada bus. Bus menggunakan salah satu dari pewaktuan sinkron maupun pewaktuan tidak sinkron.
Lebar Bus

Lebar bus data mempunyai dampak pada kinerja sistem, yaitu semakin lebar bus data, semakin besar bit yang dapat ditransferkan pada suatu waktu. Lebar bus alamat mempunyai dampak pada kapasitas sistem, yakni semakin lebar bus alamat, semakin besar cakupan lokasi yang dapat direferensi.
Jenis Transfer Data
Transfer data yang menggunakan bus di antaranya adalah :
1. Operasi Read
2. Operasi Write
3. Operasi Read Modify Write
4. Operasi Read After Write
5. Operasi Block

V. PENJELASAN CONTOH EKSEKUSI PROGRAM



Gambar diatas memperlihatkan contoh siklus eksekusi sebuah instruksi yang terdiri dari 6 tahap, yaitu :
1. Karena PC (Program Counter) berisi angka 300, maka instruksi yang akan diambil adalah instruksi yang terletak di memori alamat 300, yaitu instruksi dengan kode 1940. Instruksi tersebut diambil dari memori kemudian disimpan di register instruksi (Instruction Register).
2. Misalkan kode 1940 merupakan instruksi dengan kode operasi (Operation Code, opcode) 1, diikuti dengan 940 yang merupakan alamat operand. Opcode 1 berarti instruksi untuk mengcopy data dari alamat operand (dalam hal ini 940) ke akumulator. Maka data yang terletak di alamat 940 dicopy ke accumulator untuk diproses dalam siklus eksekusi ini.
3. Setelah itu isi PC ditambah satu (incremented) sehingga isinya menjadi 301. Artinya, instruksi berikutnya yang harus diambil dari memori dan dieksekusi terletak di memori alamat 301, yaitu instruksi dengan kode 5941. Instruksi tersebut mengandung opcode 5 dan alamat operand 941.
4. Karena 5 berarti penjumlahan antara isi akumulator dengan isi memori yang alamatnya diberikan di sebelah angka 5, maka isi akumulator dijumlahkan dengan isi memori alamat 941. Kemudian hasil penjumlahannya dikembalikan ke akumulator.
5. Setelah PC ditambah satu, maka isinya menjadi 302, sehingga instruksi berikutnya yang diambil dari memori adalah 2941, yaitu opcode 2 dan operand 941.
6. Arti 2941 adalah perintah untuk mengcopy isi akumulator ke memori alamat 941.

Sekian pembahasan singkat dari saya, semoga bermanfaat.
See you in the next post :)
Selamat Malam..
Wassalamu'alaikum..

Referensi:
1. Organisasi & Arsitektur Komputer (Edisi Keenam) William Stallings.
2. https://sonysugiarto.wordpress.com/2013/12/31/jenis-bus-dan-hubungan-dalam-proses-read-dan-write-serta-cara-kerja-alu-didalam-komputer/
3. http://muhammadwafi12.blogspot.co.id/2014/10/sistem-komputer-dan-eksekusi-instruksi.html